Soal Kasus Penganiayaan Anak, Tim LSM LIRA Dampingi Ortu Korban ke Propam Polda Sumbar

Gravatar Image
  • Whatsapp
Tim Korwil, DPW dan DPD Lira dampingi ortu korban penganiayaan bapak tiri ke Propam Polda Sumbar, terlihat sebagian tim yang menunggu diluar ruang

Padang, LiraNews – Darma Wisnu (33), bapak kandung Chelsi Khairunisa (5,9) bocah mungil korban penganiayaan ayah tirinya di Rawang Sakti Jorong Sungai Rayo Kenagarian Tambang, Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar nampak begitu bahagia mendengar penjelasan dari piket Propam Polda Sumbar soal kelanjutan kasusnya, sebab pihak penydik di Polresta Padang Panjang telah melakukan gelar perkara dan sebentara lagi, pelaku diciduk.

“Saya sangat berterima kasih sekali kepada tim LSM LIRA Sumbar yang telah dengan simpati menemani saya mendatangi Polda Sumbar ini. Tanpa bantuan dari teman-teman LSM LIRA, mungkin saya tak bisa menginjakkan kaki disini,” katanya dengan raut wajah gembira usai menghadap piket Propam Polda Sumbar guna mengadukan lambatnya proses penanganan kasus penganiayaan yang dialami Chelsi Khairunisa anak kandungnya itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Chelsi Khairunisa bocah mungil hasil perkawinannya dengan Ulfa (32), korban penganiayaan ayah tirinya yang bernama E.Dt.Sarian. Peristiwa memilukan itu terjadi tanggal 15 Oktober 2021 lalu di sebuah tempat sunyi yang tidak ada saksinya.

Penyebab terjadinya tindak penganiayaan itu menurut Darma Wisnu tidak diketahui dengan pasti. Yang jelas, E.Dt.Sarian diduga telah merencanakan aksinya itu, sebab untuk dianiaya di tempat lain pelaku membujuk korban pergi dari rumah dengan iming-iming dibelikan sate. Tapi, tahu-tahu saat dibawa pulang sore hari, tubuh gadis malang itu sudah babak belur dan membiru.

Ketika dilakukan penanganan medis, ternyata perut korban harus dioperasi, karena mengalami luka dalam yang teramat serius,. Sementara, kepada bidinya, E.Dt.Sarian berdalih korban jatuh dari sepeda motor, padahal menurut pengakuan korban kepada Darma Wisnu ketika menemaninya di rumah sakit saat menjalani perawatan pasca operasi, dirinya tidak tidak terjatuh dari sepeda motor, melainkan diniaya E.Dt.Sarian yang tak lain bapak tirinya.

Mendengar pengakuan korban itulah, Minggu (17/10/2021 sore atas saran tetangga dan warga lainnya Darma Wisnu melaporkannya ke mapolresta Padang Panjang. Walau saksi pelapor dalam hal ini Darma sudah diperiksa, namun perjalanan kasus itu terasa mandeg walau telah memasuki bulan Desember. Sabtu (18/12/2021), dengan ditemani Aris, kerabat Darma Wisnu yang bersangkutan mengadukannya ke DPW LSM LIRA Sumbar dan DPD LSM LIRA Kota Padang (Kebetulan kantor DPW,DPD satu lokasi).

Atas saran dari Korwil LSM LIRA Sumatera Barat, Senin (20/12/2021), tim DPW LSM LIRA Sumbar yang dipimpin Asisten III Amrizal Hadi yang didampingi Walikota LSM LIRA Kota Padang bersama jajarannya, berikut staf Korwil LSM LIRA Sumbar, Darma Wisnu mengadukan permasalahannya ke Propam Polda Sumbar.

Pihak Propam Polda Sumbar yang menerima laporan Darma Wisnu langsung menghubungi penyidik di reskrim Polresta Padang Panjang. Dari sana diperoleh informasi bahwa, pihak reksrim Polresta Padang Panjang baru saja selesai melakukan gelar perkara, dan dalam dua atau tiga hari ini, pelaku segera ditangkap.

Mendapat informasi itu, Darma Wisnu mengaku sangat bersyukur sekali. Sebab tanpa adanya bantuan dari pihak Lira untuk menjembataninya ke Propam Polda Sumbar, maka dia tidak akan mampu mendapatkan informasi soal kelanjutan kasus ini.

Seperti beritakan sebelumnya, Kasus penganiayaan anak tersebut terjadi 15 Oktober lalu disebuah tempat sunyi di Kenagarian Tambang. Untuk memuluskan perbuatan pelaku menganiaya korban, dengan mengiming-imingi korban untuk dibelikan sate.

Ternyata, niat pelaku mengajak pelaku menjauh dari rumah untuk menganiayanya, namun saja motif perbuatan itu belum jelas. Yang jelas, menurut pengakuan pelaku kepada bapak mertuanya dirinya khilaf.

Apakah ada unsur niat mencabuli korban namun korban melawan? Belum dapat dipastikan, tapi yang jelas, perbuatan ini nampaknya sudah direncanakan pelaku. Buktinya, korban dibawa paksa walau korban sempat menolak dan ingin ikut dengan neneknya yang hendak pergi menghadiri pesta di kampungnya itu. LN-Erisman

Related posts