Penyidikan Kasus Penganiayaan Dinilai Lamban, Ayah Korban Lapor ke LSM LIRA

Gravatar Image
  • Whatsapp

Padang, LiraNews – Merasa laporan kasus penganiayaan anak dibawah umur yang terjadi di Rawang Sakti Jorong Sungai Rayo Kenagarian Tambang, Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar, berjalan lamban, Sabtu (18/12/2021), ayah kandung korban yang bernama Darma Wisnu (33) mengadu ke DPW, DPD LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Sumatera Barat.

Didampingi kerabatnya Aris, mereka diterima Gubernur dan Walikota LSM LIRA didampingi pengurus lainnya. Hadir dalam kesempatan itu, Korwil LSM LIRA Sumatera Barat, Roni Hutahaen.

Menurut penuturan Darma Wisnu, penganiayaan Chelsi Khairunisa (5,9) anak kandungnya terjadi siang Jumat tanggal 15 Oktober lalu, namun dan lokasi pastinya tidak diketahui. Sebab penganiayaan yang dilakukan bapak tiri Chelsi Khairunisa itu terjadi disuatu daerah yang sunyi, boleh dikatakan tidak ada saksi yang melihat.

Apakah penganiayaan ini berlatar berlakang pelecehan seksual terhadap korban juga belum diketahui pasti, sebab yang dilaporkan ayah korban ke pihak berwajib di Polresta Padang Panjang baru kasus penganiayaan yang diduga sudah direncanakan oleh pelaku.

Kronologis Kejadian

Menurut pengakuan korban (Chelsi Khairunisa) kepada Darma Wisnu yang merupakan bapak kandung korban, Jumat tanggal 15 Oktober 2021 itu, dirinya diajak Eros Dt Sarian (ayah tirinya, 35), untuk membeli sate ke suatu daerah. Padahal, yang bersangkutan ingin ikut dengan neneknya menghaidiri pesta di rumah tetangga, sedangkan ibunya sedang ke ladang.

Korban merasa enggan ikut bapak tirinya, bahkan saking tak mau ikutnya korban dengan pelaku, korban sempat menarik-narik pakaian neneknya sampai-sampai jilbabnya terlepas, akan tetapi karena neneknya tidak arif, sang nenek juga tidak mau mengajaka korban dan membiarkan korban ikut bapak tirinya itu.

Alhasil, korban tetap dibawa pelaku naik sepeda motor, dimana satupun tidak ada yang tahu kemana korban diajak. Korban dibawa pulang setelah sore hari setelah tindakan kekerasan itu dilakukan pelaku. Sampai di rumah, pelaku melapor kepada keluarganya bahwa korban terjatuh dari seperti motor. Akan halnya korban yang perutnya terasa amat sakit,melaporkan kepada bibinya yang bernama Ica.

Karena mengaku perutnya sakit, oleh sibibi korban dibawa ke tukang urut tradisional yang masih kerabat dengan Ulfa ibu korban. Namun, alangkah kagetnya si tukang urut (tidak disebutkan namanya oleh bapak korban), begitu perut yang dikeluhkan sakit itu dibuka, maka terlihatlah pemandangan yang sangat mengerikan.

Perut bocah 5,9 tahun itu terlihat lebam-lebam dan membiru. Oleh sang dukun, korban disarankan untuk dibawa ke puskesmas. Sebab menurut analisa sangat dukun urut tradisional itu, korban bukan jatuh dari sepeda motor, akan tetapi dipastikan sesuatu telah terjadi kepada korban.

Oleh Ulfa, ibu korban, bersama keluarga lainnya, korban dibawa berobat ke puskesmas terdekat. Barulah Darma Wisnu ayah kandung korban diberitahu kondisi anaknya. Melihat kondisi buah hatinya begitu parah, bapa korban minta dirujuk ke RS. Dr M.Jamil Padang dan langsung menjalani perawatan intensif selama 12 hari.

Minggu tanggal 17 Oktober sesuai LP (Laporan Polisi) yang diterima LiraNews.com, barulah Darma Wisnu membuat laporan di Polresta Padang Panjang. Akan halnya menurut pengakuan korban kepada Darma Wisnu, saat dirinya dibawa oleh bapak tirinya itu, sesampai di tempat sunyi, korban diturunkan dari sepeda motor dengan cara memegang lehernya.

Begitu korban turun, korban langsung dibogem pelaku. Tak puas dengan membogem korban, pelaku juga menghajar perutnya dengan tinju hingga korban terduduk dengan pandangan berkunang-kunang. Samar-samar, pelaku masih merasakan kakinya diinjak pelaku.

Apa dan bagaimana yang terjadi setelah itu, korban tidak tahu lagi, yang jelas korban setelah sore sesampainya di sebuah bengkel sepeda motor ketika pelaku menambah angin ban motornya.Dengan terbungkuk-bungkuh menahan sakit, korban masih memakasanakn tu dari sepeda guna memudahkan perbaikan kecil pada sepeda motor pelaku.

Setelah sore, sekitar pukul 17.00 WIB, korban dibawa pulang dan saat itulah korban mengeluhkan kepada bibinya sakit perut.

Namun apa motif penganiayaan itu terjadi, sampai berita ini diturunkan belum diketahui pasti, sebab pihak Polresta Padang Panjang masih melakukan penyidikan kasus ini. Hal itu terbukti dengan surat pemberitahuan perkembangan laporan tertanggal 28 Oktober 2021 yang diterima Darma Wisnu, namun sejak tanggal 28 Oktober itu, sampai kini belum terlihat progres. Hal itulah yang membuat Darma Wisnu gusar, ditambah dengan bertebarannya ancaman terhadap Darma Wisnu.

Kini, Darma Wisnu merasa takut, sebab ancaman dari bapak tiri anaknya itu, Ero Dt Sarian akan menghabisi Darma Wisnu yang telah melaporkan perbuatannya ke polisi

Wakapolresta Padang Panjang, Kompol Alwira yang dihubungi melalui aplikasi Washap Sabtu sore dengan menyebutkan bahwa Darma Wisnu datang ke kantor DPW/DPD LSM LIRA Sumbar. “Tak apa-apa, biarlah,” katanya singkat, sembari meminta melalui LiraNews.com untuk mengajak Darma Wisnu ketemu denganya Senin (20/12/2021).

“Sekarang gini aja, bawa orangtua korban menghadap saya Senin, kita tanyai penyidiknya, tetang kelanjutan kasus ini,” tegas Alwira.

Ditempat terpisah, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Krimum Polda Sumbar Ipda Rini Angraini yang dihubungi disela-sela kunjungan orangtua korban ke LSM LIRA Sumbar Sabtu sore langsung melakukan kontak dengan pihak PPA Polresta Padang Panjang.

“Dari sana diperoleh keterangan bahwa pihak PPA Polresta Padang Panjang terus berupaya mengungkap kasus ini, dan masih dalam lidik, setelah itu pelaku segera ditangkap,” kata Rini. LS-Erisman

Related posts