Pengakuan Pelaku Penganiayaan Anak:”Saya Khilaf Pak…!”

Gravatar Image
  • Whatsapp

Padang, LiraNews – Kasus penganiayaan anak dibawah umur yang diduga dilakukan oleh E.Dt Sarian yang tak lain bapak tiri Chelsi Khairunisa (5,9), warga Rawang Sakti Jorong Sungai Rayo Kenagarian Tambang, Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar masih menyisakan pertanyaan besar. Sebab sang pelaku yang sempat ditanyai bapak mertuanya (kakek Chelsi Khairunisa) sebut saja bernama Syair (60), soal tindakan yang dilakukan E.Dt Sarian kepada korban, sang pelaku mengaku hilaf.

“Saya khilaf pak” jawab pelaku seperti diceritakan Darma Wisnu (33), ayah korban dihadapan pengurus DPW LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Sumbar dan DPD LSM LIRA Kota Padang, Sabtu (18/12/2021).

Pria asal Lampung itu datang kekantor LSM LIRA guna mengadukan permasalahan lambatnya proses hokum penganiayan terhadap anaknya tersebut. Sementara pelaku yang disebut-sebut punya keluarga besar di daerah juga sudah sempat menebar ancaman terhadap Darma Wisnu.

Kasus penganiayaan anak tersebut terjadi 15 Oktober lalu disebuah tempat sunyi di Kenagarian Tambang. Untuk memuluskan perbuatan pelaku menganiaya korban, dengan mengiming-imingi korban untuk dibelikan sate.

Ternyata, niat pelaku mengajak pelaku menjauh dari rumah untuk menganiayanya, namun saja motif perbuatan itu belum jelas. Yang jelas, menurut pengakuan pelaku kepada bapak mertuanya dirinya khilaf.

Apakah ada unsur niat mencabuli korban namun korban melawan? Belum dapat dipastikan, tapi yang jelas, perbuatan ini nampaknya sudah direncanakan pelaku. Buktinya, korban dibawa paksa walau korban sempat menolak dan ingin ikut dengan neneknya yang hendak pergi menghadiri pesta di kampungnya itu.

Seperti diberitakan kemarin, merasa laporan kasus penganiayaan anak dibawah umur yang terjadi di Rawang Sakti Jorong Sungai Rayo Kenagarian Tambang, Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar, berjalan lamban, Sabtu (18/12/2021), ayah kandung korban yang bernama Darma Wisnu (33) mengadu ke DPW,DPD Lira Sumatera Barat, didampingi kerabatnya Aris.

Mereka diterima Gubernur dan Walikota LSM LIRA didampingi pengurus lainnya. Hadir dalam kesempatan itu, Korwil LSM LIRA Sumatera Barat Roni Hutahaen.

Menurut penuturan Darma Wisnu, penganiayaan Chelsi Khairunisa (5,9) anak kandungnya terjadi siang Jumat tanggal 15 Oktober lalu, namun dan lokasi pastinya tidak diketahui. Sebab penganiayaan yang dilakukan bapak tiri Chelsi Khairunisa itu terjadi disuatu daerah yang sunyi, boleh dikatakan tidak ada saksi yang melihat.

Kasus yang sudah berjalan selama 3 tiga bulan itu, kini masih dalam lidik di Polresta Padang Panjang. Bahkan, Wakapolresta Padang Panjang, Kompol Alwira, kepada Liranews.com kemarin justru mengajak orangtua korban untuk ketemu dengannya di kantornya di Padang Panjang dengan didampingi pengurus DPW Sumbar.

“Ajak orangtua korban ketempat saya, kita panggil penyidiknya dan kita tanyakan sejauh mana prosesnya,” tegas Alwira.

Padahal secara substansi kerja dan wewenang, yang harus menanyakan masalah itu adalah pihak Wakapolresta sendiri, karena itu intern mereka. Sedangkan pihak Unit Pelayanan Perlindungan Anak (PPA) Polda Sumbar yang dikontak sore Sabtu, pertugas yang bernama panggilan Puput langsung mengakan cros chek ke PPA Polresta Padang Panjang.

Dari sana diperoleh gambaran bahwa, pengusutan kasus penganiayaan anak dibawah umur ini sedang belangsung di PPA Polresta Padang Panjang, “Kasusnya masih dalam Lidik, dan dalam dekat pelaku segera ditangkap,” ungkap Puput usai kontak ke PPA Padang, kepada Liranews.com lewat telepon selulernya.

Namun walau begitu, Darma Wisnu bersama pengurus DPW Lira Sumbar, berencana Senin (20/12/2021) membawa kasus ini di Polda Sumbar. “Kita akan pertanyakan di Reskrimum Polda Sumbar, kenapa penanganannya begitu lambat,” ujar Nofrizal Gubernur Lira Sumbar yang didampingi Walikota DPD Lira Kota Padang. Hal itu juga diamini Korwil Lira Sumatera Barat Roni Hutahaen. LN-Erisman

Related posts